Tampilkan postingan dengan label ABK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABK. Tampilkan semua postingan

Apa Itu ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?

Desember 04, 2017

Apakah anak anda termasuk anak yang sulit diatur? Sulit untuk duduk diam?, selalu berlari, berteriak dan melawan jika diberitahu?. “Keviiiiiin” cepat kerjakan PR kamu, “Keviiin” cepat mandi, Kevin bisa diam engga sih kamu!!!. Mungkin itulah keluhan yang anda rasakan setiap hari. Belum lagi ditambah keluhan perihal kenakalan dan prestasi yang kurang dari sekolah. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa sih anak saya seperti itu, Kenapa anak saya selalu menjadi trouble maker, kenapa anak saya tidak seperti anak-anak lainnya yang penurut dan dapat duduk dengan tenang.

Semoga setelah membaca tulisan saya ini Anda dapat memahami kondisi dari putra-putri tercinta kita dan kita tidak lagi menyalahkan mereka dan diri sendiri atas kondisi yang ada.

ADHD atau "Attention Deficit Hyperactivity Disorder" adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan perilaku anak yang berlebihan dan tidak lazim yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian dan gangguan konsentrasi(in attention), berbuat dan berbicara tanpa memikirkan akibat(impulsif) dan hiperaktif yang tidak sesuai dengan umurnya.

Penyebab utama ADHD sudah dapat dipastikan karena faktor genetik.

Ilmuwan menemukan bukti penyebab ADHD yang selama ini di duga pola asuh atau pola makan yang buruk ternyata adalah gangguan genetik. Peneliti telah mengamati peta gen lebih dari 1400 anak dan menemukan bahwa anak dengan ADHD memiliki potongan kecil DNA yang digandakan atau hilang.

Anita Thapar , seorang professor psikiatri anak dan remaja dari Cardiff University yang juga memimpin studi ini mengungkapkan bahwa penelitian ini telah berhasil menghilangkan mitos bahwa ADHD disebabkan oleh pola asuh atau pola makan yang buruk akibat terlalu banyak konsumsi gula.

“Hasil ini menarik, karena memberikan kita bukti hubungan genetik langsung dengan ADHD. Sekarang kita bisa mengatakan bahwa ADHD adalah penyakit genetik dan otak anak yang mengembangkan kondisi ini berbeda dengan otak anak –anak lainnya”. Ungkapnya, seperti dikutip Reuter, Kamis (30/9/2010).

Penelitian lain yang mendukung adalah adanya disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh dopamine sebagai neurotranmiter pencetus gerakan dan sebagai kontrol aktifitas diri.

Dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Brain Scanning didapatkan adanya kelemahan aktifitas otak bagian korteks prefrontal kanan bawah dan kaudatus kiri pada anak penderita ADHD.

Gambar ini merupakan hasil f-MRI perbandingan antara otak anak yang mengalami ganguan ADHD dengan anak yang normal.

Dengan demikian dapat disimpulkan kondisi yang terjadi pada anak penderita ADHD penyebab utamanya adalah di otak. Kita tidak dapat menyalahkan mereka atas kondisi yang terjadi dan juga bukan karena anda tidak dapat mendidik anak dengan baik (bad parenting).

Mungkin illustrasi dibawah ini dapat membantu kita untuk memahami tentang apa yang dirasakan oleh anak penderita ADHD didalam kesehariannya menjalankan aktifitas.

Bagaimana rasanya jika anda disuruh mengendarai sebuah mobil padahal Anda belum bisa mengemudi? atau Bagaimana rasanya jika anda harus berenang padahal tangan dan kaki Anda terikat?. Demikianlah yang dirasakan anak penderita ADHD jika disuruh melakukan aktifitas yang sebenarnya tidak bermasalah untuk anak yang normal namun terasa berat dan menyiksa untuk anak penderita ADHD.

Lalu bagaimana?. Hal terpenting adalah orang tua memahami dahulu kondisi anak. Setelah mengerti buatlah komitmen pada diri Anda bahwa anda bersedia menjadi pendamping/pembimbing/mentor untuk anak Anda. Kabar baik dari ADHD ini adalah walaupun merupakan penyakit genetik namun dengan pelatihan yang tepat, rutin dan konsisten, anak dengan ADHD ini dapat kembali menjalani aktifitas seperti layaknya anak yang normal bahkan lebih (lebih dalam arti positif).

Kenapa saya katakan lebih? Karena anak dengan ADHD tidak sedikit yang mempunyai tingkat kecerdasan diatas rata-rata, namun karena tidak dapat memusatkan perhatiannya maka kecerdasannya tidak dapat bekerja secara optimal.

Hal ini sesuai dengan penelitian teori perkembangan otak yaitu Neuroplastisitas, dimana otak dapat terus beradaptasi dan berkembang sesuai dengan rangsangan yang diberikan.

Jenis-jenis pelatihan yang dimaksud adalah; Edufeedback, Biofeedback dan Neurofeedback. Dengan metode yang tepat didukung oleh ketekunan dan kesabaran orang tua, niscaya hasil yang baik akan diperoleh.

Bapak/ibu yang baik, untuk mendiagnosa apakah anak Anda mengalami gangguan ADHD atau tidak bukanlah perihal yang mudah. Diperlukan tenaga ahli dan professional. Untuk mendiagnosanya pun diperlukan evaluasi yang cermat dan berkala. Untuk memastikan apakah anak Anda mengalami gangguan ADHD atau bukan silahkan membawanya ke dokter terutama dokter spesialis anak, dokter spesialis psikiatri anak atau Anda juga dapat membawanya ke tempat pelatihan kami (Free Diagnosa).

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri.

Bagaimana Teknologi Dapat Membantu ABK dalam Belajar?

November 29, 2017
Info [K-Moe]
Ilutstrasi Penggunaan SmartBoards sebagai Sarana Pembelajaran - Info [K-Moe]

Sepintas, teknologi di kelas pendidikan khusus terlihat seperti di kelas pendidikan reguler: komputer, laptop, SmartBoards, dan bahkan iPad. Bila Anda melihat lebih dekat, Anda akan menyadari betapa lebih banyak teknologi bantu ini yang seharusnya disediakan oleh pemerintah dalam pendidikan khusus.

Di negara maju, Fasilitas pembelajaran seperti teknologi pendukung baik teknologi rendah maupun berteknologi tinggi merupakan hal jamak dan harus tersedia di Kelas atau di Sekolah tersebut, karena dengan penggunaan perangkat berteknologi tersebut dapat membantu kegiatan siswa dalam belajar, memahami materi, melakukan praktek dan percobaan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa

Contoh Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan ABK - Info [K-Moe]
Ilutstrasi Penggunaan Komputer sebagai Sarana Pembelajaran - Info [K-Moe]

Bagaimana Pemanfaatan Teknologi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus?

Beberapa alat memungkinkan anak dengan kebutuhan khusus untuk menggunakan komputer sama seperti orang lain. Siswa dengan keterampilan motorik halus rendah mungkin dibantu dengan keyboard dengan ukuran font besar yang terhubung ke USB komputer desktop biasa sehingga siswa bisa mengetik. Keyboard yang sama bisa diberi kode warna untuk membantu siswa dengan gangguan penglihatan. Jika seorang siswa memiliki keterampilan motorik rendah yang sangat rendah sampai pada titik dimana mereka tidak dapat menekan tombol pada keyboard, mereka mungkin mereka bisa menggunakan tombol yang tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat ditekan untuk mengganti klik mouse atau tombol enter.

Contoh Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan ABK - Info [K-Moe]
Ilutstrasi Penggunaan Komputer dengan Modifikasi Keyboard sebagai Sarana Pembelajaran - Info [K-Moe]

Selain itu penggunaan (SmartBoard) papan tulis interaktif dengan layar sentuh/layar komputer interaktif raksasa, membuat pelajaran mudah diakses oleh siswa yang memerlukan sedikit bantuan. Jika mereka tidak bisa menjangkau papan tulis, tersedia juga aplikasi yang akan merefleksikan apa yang ada di layar ke iPad. Dengan cara ini, membuat siswa yang memang tidak bisa meninggalkan tempat duduk mereka (Tunadaksa) masih memiliki akses interaktif di ujung jari mereka melalui Ipad tersebut.

Bagi anak-anak yang tidak dapat berbicara terdapat perangkat berteknologi tinggi yang dapat mengeluarkan sebuah "suara" atau disebut Augmentative dan Perangkat Komunikasi Alternatif (AAC). Siswa hanya perlu menekan gambar di layar yang kemudian akan mengeluarkan suara yang dapat menjadi sarana komunikasi anak.

Contoh Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan ABK - Info [K-Moe]
Ilutstrasi Penggunaan iPad sebagai Sarana Pembelajaran - Info [K-Moe]

Bagaimana teknologi membuat perbedaan bagi siswa dengan kebutuhan khusus?

Mereka akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengerjakan keterampilan teknologinya. Meskipun tidak semua siswa dapat menggunakan perangkat berteknologi tinggi. Di tingkat sekolah dasar, siswa masih mempelajari dasar-dasar komputer, SmartBoard, atau iPad sehingga pada tingkat selanjutnya siswa sudah terbiasa menggunakan teknologi tersebut. Membiasakan anak menggunakan media berteknologi tinggi merupakan suatu tantangan bagi guru, begitu banyak hal positif yang lebih besar daripada hal negatif dengan memberi akses dan penggunaan perangkat teknologi kepada siswa. Teknologi dapat meningkatkan kemandirian mereka dan dapat mengajari mereka keterampilan teknologi dasar atau komunikasi yang akan mereka butuhkan selama sisa pendidikan mereka dan seterusnya.

Sekian Contoh Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan ABK. Bagaimana dengan Indonesia dengan Anggaran untuk pendidikan sebanyak 20% dari APBN? Silahkan nyatakan pendapat anda dalam kolom komentar

Bagaimana Belajar Membaca Pada Anak Dyslexia?

November 24, 2017
Bagaimana Belajar Membaca Pada Anak Dyslexia - Info [K-Moe]
Bagaimana Belajar Membaca Pada Anak Dyslexia - Info [K-Moe]

Sebelum masuk lebih dalam ke topik, pertama, kita harus tahu apa Dyslexia itu. Dyslexia adalah jenis ketidakmampuan belajar yang berhubungan dengan membaca. Anak-anak yang terkena disleksia kesulitan dalam membaca secara akurat dan lancar, selain itu menghadapi masalah dalam memahami bacaan, ejaan dan penulisan. Saat berhadapan dengan anak yang sedang menderita, Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang tantangan untuk mengatasi kesulitan anak dalam membaca dan melakukan inovasi cara-cara yang dapat membantu anak di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak disleksia mungkin mengalami masalah dalam menjawab pertanyaan tentang sesuatu yang telah mereka baca. Tapi ketika anda membacakannya untuk mereka, mereka mungkin dapat memahami serta tidak memiliki kesulitan sama sekali. Jadi, bagaimana melibatkan anak-anak disleksia untuk membaca?

Di antara banyak cara lainnya, pengajaran Multisensori adalah cara mengajar yang melibatkan lebih dari satu alat indera sekaligus. Bagi anak-anak dengan masalah membaca seperti disleksia, penggunaan penglihatan, pendengaran, gerakan dan sentuhan terbukti sangat efektif.

Penggunaan berbagai alat bantu sebagai media pembelajaran dapat membangkikan keinginan dan minat yang baru, membangkikan motiasi, memberikan rangsangan kegiatan belajar, bahkan dapat membawa pengaruh-pengaruh psikologis pada siswa. Media akan dapat menarik minat anak dan akhirnya berkonsentrasi untuk belajar memahami pelajaran.

Melalui pengajaran multisensori anak-anak dyslexia dapat belajar membaca dengan cara yang menyenangkan dan kreatif.

Berikut ini beberapa cara mengajarkan anak dengan kesulitan membaca atau sering disebut juga Dyslexia:

Menulis di Pasir atau Krim

Aktivitas dengan pasir atau krim cukur ini memungkinkan siswa untuk menggunakan indera penglihatan, sentuhan dan suara untuk menghubungkan huruf dengan suara mereka. Anak-anak memulainya dengan segenggam pasir di atas kertas atau sesendok krim cukur di atas meja. Lalu mereka menghamparkan pasir atau krim cukur dan menggunakan jari mereka untuk menulis huruf atau kata di dalamnya. Saat mereka menulis, siswa mengatakan suara yang dihasilkan setiap huruf. Mereka kemudian memadukan suara itu bersama-sama dan membaca keseluruhan kata dengan lantang.

Membangun Kata-kata

Membangun kata bisa dilakukan dengan bantuan alfabet tiles atau huruf magnetik. Kegiatan ini mencakup penggunaan alfabet tiles berkode warna dengan cara yang bervariasi untuk membantu anak-anak menghubungkan suara dengan huruf. Mereka juga dapat menggunakan huruf magnetik di mana huruf vokal dan huruf konsonan berwarna berbeda. Siswa mengucapkan suara setiap huruf sambil meletakkannya dan mereka membacakan kata ketika mereka selesai membangunnya.

Ilustrasi Alphabet Tiles dan Magnetic - Info [K-Moe]
Ilustrasi Alphabet Tiles dan Magnetic - Info [K-Moe]

Membaca, Membangun dan Menulis

Teknik mengajari kata-kata menggunakan sight words akan cocok sekali dengan tipe anak pembelajar yang mengandalkan ingatan visual. teknik ini dapat dilakukan dengan satu kelompok atau satu lawan satu. Siswa menyiapkan selembar kertas dengan tiga kotak yang digambar di atasnya dan diberi label 'Baca, Bangun, dan Tulis'. Mereka juga memiliki kartu huruf, huruf magnetik dan spidol. Siswa dan guru membaca kata-kata yang ada di kotak 'Baca'. Kemudian mereka membangun kata di kotak 'Build', menggunakan huruf-hurufnya. Pada akhirnya, mereka berlatih menuliskannya di kotak 'Tulis'.

30 Aplikasi Android untuk Anak Berkebutuhan Khusus

November 23, 2017
30 Aplikasi Android untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Info [K-Moe]
30 Aplikasi Android untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Info [K-Moe]

Teknologi dalam pendidikan

Penggunaan teknologi dalam pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan proses belajar siswa dan juga membantu guru dalam berkomunikasi dengan siswa dengan cara yang mudah. Teknologi pendidikan dapat digunakan di dalam kelas, atau bahkan bisa di luar kelas. Teknologi ini telah berhasil mengubah citra stereotip dari ruang kelas menjadi bentuk modern dan lebih menarik. Berkat ini, ruang kelas tidak lagi menjadi tempat yang membosankan dan belajar dapat menjadi hal yang benar-benar menyenangkan. Dengan penggunaan komputer dan program perangkat lunak, yang menyediakan materi pembelajaran, teknologi telah mengubah pendidikan menjadi lebih hebat.

Penggunaan teknologi dapat digunakan pula pada ABK, karena dengan memanfaatkan teknologi anak berkebutuhan khusus dapat lebih tertarik dan mudah memahami. Dengan memanfaatkan Teknologi, anak yang mengalami gangguan perkembangan yang sangat kompleks dengan gejala-gejala yang muncul baik itu berupa hambatan komunikasi, interaksi sosial dan bahasa akan lebih terbantu dalam memahami konsep materi yang diajarkan.

Perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk anak berkebutuhan khusus diantaranya Aplikasi-aplikasi yang terdapat pada Android. Dalam kesempatan kali ini, Info [K-Moe] memberikan daftar aplikasi android untuk ABK pada tabel di bawah ini:

30 Aplikasi Android untuk Anak Berkebutuhan Khusus

KategoriApps
Aplikasi Android untuk Autism
  • Let Me Talk
  • Speak Quietly
  • Autism
  • Talking Pictures
  • Birdhouse
  • Autism Solutions
  • Aiko and Ego Animation for Autism
  • myVoice Communicator
  • Social Skills for Autism
  • Sesame Street and Autism
  • Speech Assistant AAC
  • Autism Therapy with MITA
  • Aplikasi Android untuk Dyslexia
  • Google Text to Speech
  • Vocab Builder
  • Easy Text to Speech
  • Voice Dream Reader
  • Go Read
  • Eye Games, Dyslexia
  • Dyslexia Redefined
  • Spell 4 You
  • Talk- Text to Voice
  • Learning Ally Audio
  • OCR Instantly Pro
  • Gboard- The Google Keyboard
  • Aplikasi android untuk anak dengan hambatan visual
  • TapTapSee
  • CamFind- Visual Search Engine
  • BeSpecular- Help The Blind
  • NewsSpeak
  • Eye-D-for Visually Impaired
  • Syntha Blind Visually Impaired
  • Big Notes Lite
  • Zeta Keyboard
  • Big Launcher
  • Ray App for Visually Impaired
  • ScanLife Barcode & QR Reader
  • Magnify
  • MessagEase Keyboard
  • Semua aplikasi tersebut bisa diunduh pada android anda dan tersedia di Playstore. Semoga informasi ini bermanfaat

    Tips Mengajarkan Pendidikan Lingkungan Pada ABK

    November 22, 2017
    Tips Mengajarkan Pendidikan Lingkungan Pada ABK - Info [K-Moe]
    Tips Mengajarkan Pendidikan Lingkungan Pada ABK - Info [K-Moe]

    Pendidikan lingkungan sangatlah penting diajarkan pada Anak berkebutuhan khusus. Anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat diajarkan tentang lingkungan dengan cara-cara yang inovatif, yang dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan mereka, diajarkan apa yang harus dilakukan serta bagaimana manfaat dan dampaknya terhadap lingkungan. Seperti mengajarkan tentang isu-isu seperti kualitas air, konservasi air, pengelolaan limbah dan sebagainya, sehingga bisa menghasilkan kehidupan yang ramah lingkungan.

    Pendidikan lingkungan dapat diajarkan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar ruangan seperti di taman, kebun, dll. untuk meningkatkan pengetahuan siswa berkebutuhan khusus, dan mendorong mereka untuk mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan yang ramah lingkungan di rumah. Disana anda bisa membahas tentang polusi udara bebas, tanah dan air, dan bagaimana kualitas udara yang baik dan buruk serta berdampak pada satwa liar dan juga manusia. Ditaman Mereka dapat terlibat dalam penanaman dan perawatan tanaman yang mereka tanam sendiri, dan melalui berbagai kegiatan, mereka dapat diajari tentang habitat dan saling ketergantungan antara satwa liar dan manusia.

    Mengajak anak-anak pergi ke taman - Info [K-Moe]
    Mengajak anak-anak pergi ke taman - Info [K-Moe]

    Mengajar tentang kualitas udara, tanah dan air

    Air - Info [K-Moe]

    Sekali lagi, kunjungan lapangan bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sensorik. Anda bisa mendorong anak-anak untuk mendengarkan, menyentuh dan mencium. Mereka akan menikmati pengalaman menyentuh bumi yang hangat, dan sungai yang dingin, dan pengalaman suara alam di luar ruangan. Ini adalah pengalaman terapeutik untuk semua, guru dan termasuk siswa!

    Mengajar tentang siklus air dan konservasi air

    Konservasi air dapat diajarkan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan menjelaskan bagaimana air merupakan sumber daya alam yang berharga. Cara paling sederhana untuk menghemat air adalah dengan tidak menyia-nyiakannya dan dengan memastikan bahwa keran air dimatikan setelah digunakan. Konsep pemanasan global dapat diperkenalkan dengan menjelaskan tentang naiknya permukaan air di laut, dan bagaimana dampaknya terhadapnya, (suhu yang lebih panas, angin ribut, banjir dll). Anda bisa mendiskusikan bagaimana toksin dilepaskan oleh berbagai produk yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, dibawa oleh sistem air dan yang berpotensi masuk ke air minum.

    Untuk membuat diskusi menyenangkan, dorong siswa Anda menggambar siklus air, buat poster tentang siklus hujan, dan ikut serta dalam permainan peran.

    Mengajar tentang kemasan dan daur ulang

    Anak berkebutuhan khusus perlu belajar membuat pilihan yang tepat saat mereka membeli sesuatu. Anda bisa mengajari mereka kode daur ulang dan simbol untuk memilih produk yang tepat. Daur ulang di rumah merupakan kegiatan penting lain yang bisa dipelajari anak-anak.

    Libatkan mereka dalam berkebun organik

    Air - Info [K-Moe]

    Untuk memastikan bahwa kebutuhan khusus memahami konsep baru dengan mudah, memecah kegiatan terkait menjadi langkah-langkah sederhana, yang dapat mereka ikuti dan jalankan. Membuat kegiatan sederhana dan menyenangkan, yang bisa mereka selesaikan, akan membuat mereka antusias untuk belajar lebih banyak tentang lingkungan.

    Anak-anak kebutuhan khusus pasti ingin menanam sayuran dan bunga penyerbuk yang ramah, dan merawat tanaman akan membawa mereka lebih dekat ke alam. Mereka bisa diajarkan metode berkebun organik, yang akan membuat mereka, menikmati sayuran yang telah mereka tanam sendiri.

    Kegiatan di luar ruangan semacam ini bisa menyegarkan anak-anak, dan memberi mereka rasa puas dan puas, saat mereka bisa melihat hasil kerja keras mereka.

    ecofriend