Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Riri (Tuna Netra) "Cover Simfhoni Yang Indah"

Juni 03, 2017
Riri (Tuna Netra) Cover Simfhoni Yang Indah

Manusia dilahirkan dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya. Begitu pula dengan Riri Siswa SLB Negeri Sukanagara Cianjur, dengan keterbatasannya yang tidak dapat melihat (tunanetra) tetapi mampu memaksimalkan salah satu potensi yang ada pada dirinya.

Video ini diharapkan dapat memotivasi orangtua yang memiliki anak difabel yang masih kerap menyembunyikan anaknya, dengan cara tidak membolehkan anaknya keluar rumah. Karena apabila mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak yang akan lebih terpuruk lagi.

Anak Difabel haruslah mendapatkan cinta, kasih sayang, ruang dan lingkungan serta Pendidikan yang memadai agar anak bisa berkembang karena perbedaan yang ada adalah bagian dari keberagaman.

Keterbatasanku Bukanlah Hambatan Bagiku...

Juni 01, 2017
Larasati Melukis Dengan Kakinya

Nama aku Larasati, teman-teman dan guru aku di sekolah memanggil aku Sari. Aku sekolah di SLB Sindangsari. Sekarang aku tinggal di Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.. Aku adalah seorang anak tunadaksa... Dari lahir aku sudah mengalami kelainan, aku tidak seperti orang-orang lainnya mempunyai kedua tangan... Terkadang aku putus asa, banyak orang yang mengejekku karena aku cacat, orang-orang menilai ku dengan sebelah mata.. sedih rasanya.. hari-hari kulalui hanya dengan cemoohan teman-teman sebayaku...

Larasati Melukis dengan kakinya

Suatu hari di Desa dimana aku tinggal berdiri Sekolah Luar Biasa. Mulanya aku tidak mau sekolah, perasaan ku takut, malu, minder, pokonya banyak hal yang membuat aku bingung untuk sekolah. Tetapi karena dukungan dan support dari keluarga dan orang-orang yang sekarang ini menjadi guru ku, akhirnya aku pun mau sekolah. Aku bangga bisa sekolah, belajar bersama teman-teman lainnya, bersosialisasi, dan yang terpenting pengetahuan ku dan wawasanku bertambah. Sekarang aku sedang belajar melukis, tanpa kedua tangan aku pun bisa melukis seperti temen-temen lainnya.

Eh temen-temen tahu ga? Guru-guru ku semua sukwan loh.. Tapi meskipun sukwan mereka mendidik ku dengan baik. Mereka semua berdedikasi tanpa memperhitungkan finansial mereka. Kapan ya mereka diangkat jadi pegawai negeri ??? mudah-mudahan secepatnya... Amin...

Tahun lalu aku diundang untuk disuatu acara tepatnya di Museum Layang-layang Indonesia.. Disana aku mendapat banyak teman. Semua teman-teman ku jago-jago loh... Dengan segala kekurangan yang dimiliki tetapi mereka juga bisa berkarya, aku pun jadi termotivasi untuk berbuat-berbuat dan berbuat yang terbaik, buat Aku, Keluarga, dan Guru-guru ku disekolah...

Aku Juga Bisa Berkarya Seperti Anda.......

Aku Juga Bisa Lebih Baik dari Anda.......

Kita Semua Sama......

Janganlah Perbedaan menjauhkan kita dari sesama.........

Yoo Ye Eun Seorang Pianis Tunanetra

April 05, 2017

Yoo Ye Eun adalah seorang anak perempuan tunanetra pemain piano berusia lima tahun yang belajar piano secara otodidak. Ia tidak pernah mempelajari piano secara formal tetapi bisa memainkan lagu hanya dengan mendengarnya sekali. Ia telah memainkan piano sejak usia tiga tahun setelah mendengar ibunya bernyanyi. Sejak itu, ia hanya belajar piano melalui komputer . Ia juga seorang anak angkat karena dia dibuang oleh orang tua angkatnya. Orang tua angkatnya pun tidak menyangka bakat yang dimiliki oleh Yoo Ye Eun, sampai akhirnya Yo Ye Eun diikutsertakan dalam sebuah acara pencarian bakat bertajuk Star King di sebuah televisi di Korea menobatkannya menjadi pemenang. Ia pun mendapatkan hadiah sebesar satu juta won atau setara dengan Rp 9,1 miliar. Yoo juga diberi julukan "Jenius Mozart berumur lima tahun". Dengan kemenangannya di ajang kontes Star King, ia kini dikenal di mana-mana. Rekamannya juga dikirimkan ke Pandora TV, sebuah situs video streaming yang memungkinkan aksinya bisa dilihat di seluruh dunia.

Kemahiran Yoo memang seperti bakat dari alam. Hal ini mengingatkan kita pada sosok Hee Ah Lee yang juga jago bermain piano, meski jari kedua tangannya hanya ada empat. Kedua sosok ini menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk tak berkarya.

Yoo sendiri menurut beberapa tulisan disebut sudah mulai bisa memainkan piano sejak usia tiga tahun. Saat itu, Park Jung Soon, ibu angkatnya sangat terkejut dengan permainan piano Yoo. Sebab, ia tak merasa pernah mengajari Yoo bermain piano.

Dalam salah satu aksinya, Yoo yang sejak kecil sudah ditinggalkan orangtua kandungnya mampu membuat penonton berlinang air mata. Saat itu ia membawakan lagu You Were Born to be Loved. Barangkali inilah tumpahan hati yang tertuang dalam sebuah dentingan piano dari seorang anak yang tak mengenal putus asa. Meski buta, ia tetap berkarya sehingga itulah yang mengundang keharuan semua yang melihatnya.

Orangtua angkat Yoo sendiri tidak menyangka akan mendapatkan reaksi yang luar biasa dari orang banyak. Kini, Yoo telah tampil di berbagai negara. Tawaran bantuan pun mengalir seperti bantuan untuk menyembuhkan mata Yoo. Sayangnya, hingga kini, operasi yang telah dilakukan belum berhasil. Sampai sekarang Yoo masih tidak dapat melihat.

Bagi anda yang mau nonton videonya silahkan disni..